
Indramayu//insanpenarakyat.com – Pemerintah Kabupaten Indramayu menerima audiensi dari berbagai organisasi isu perempuan dan perlindungan anak yang menyampaikan praktik baik dan rekomendasi terkait perlindungan perempuan, anak, serta pekerja migran, pada Rabu (19/3/2025).
Salah satunya, Yuyun Khoirunnisa, sebagai ketua organisasi yang mendampingi korban kekerasan berbasis gender, Selendang Puan Dharma Ayu, telah berkontribusi dalam pencegahan, penanganan, dan pemulihan kasus kekerasan, termasuk KDRT dan bullying. Kemudian memberikan dampingan, juga edukasi kesehatan reproduksi sebagai upaya pencegahan kekerasan seksual dan kehamilan tidak diinginkan.
Dalam layanan pengaduan kekerasan, Yayasan Selendang Puan telah menangani 15 kasus sepanjang 2024 melalui call center yang terhubung dengan DisdukP3A Kabupaten Indramayu. Dengan berkomitmen mendukung pendampingan psikologis dan hukum bagi korban, termasuk anak-anak putus sekolah yang membutuhkan pendidikan lanjutan.
Salah satu tantangan utama yang disampaikan adalah belum adanya Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) serta rumah aman bagi korban kekerasan di Indramayu.
Selain isu perempuan dan anak, audiensi juga membahas perlindungan pekerja migran. Migran Care Indramayu telah melakukan pendampingan di 8 desa dalam 5 kecamatan, dengan fokus pada pelatihan UMKM dan advokasi kebijakan. Diperlukan pusat layanan terpadu untuk memastikan migrasi yang aman serta mekanisme pengaduan yang efektif.
Serta ada organisasi lain yaitu Yayasan Kusuma Kecamatan Bongas menjadi salah satu wilayah prioritas dalam pemberian bantuan bagi penderita dan memberikan program edukasi yang telah berjalan 8 tahun di sekolah dan komunitas akan terus diperkuat guna mengurangi stigma dan kesalahpahaman mengenai penularan HIV.
Kemudian ada Pusat Informasi & Konseling Mahasiswa (PIKMA) Universitas Wiralodra, telah menyediakan layanan konsultasi kesehatan fisik, mental, dan reproduksi, sementara posyandu remaja di berbagai desa terus dikembangkan. Diharapkan ada upaya Pemkab dalam meningkatkan layanan kesehatan berbasis komunitas.
Sebagai tindak lanjut audiensi, Bupati Indramayu, Lucky Hakim menyatakan akan mengkaji ulang untuk memastikan regulasi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Pemkab juga berencana meningkatkan anggaran DisdukP3A, mendukung pendanaan Yayasan Selendang Puan melalui hibah, serta mempercepat pembentukan UPTD PPA dan rumah aman.
“Jika ada kebutuhan komunikasi dan koordinasi di tingkat kabupaten, kami siap untuk mendukung dan memfasilitasi demi kepentingan masyarakat Indramayu,” ungkapnya.
Saat ini, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam status terbuka untuk berdiskusi terkait hambatan dan keterlambatan dalam merespons isu-isu mendesak. Bupati menyatakan kesiapan untuk mendukung pembentukan UPTD PPA dan rumah aman yang sangat dibutuhkan di Indramayu.
(Jayakarta)