Indramayu//insanpenarakyat.com – Ribuan warga Desa Cipedang, Kecamatan Bongas, menggelar aksi demo di depan balai desa pada Senin (29/12/25) melalui Gerakan Rakyat Cipedang (GARANG). Aksi yang dimulai sekitar jam 10.00 WIB penuh semangat, dengan warga membawa poster-poster berisi tuntutan inti terkait pengelolaan anggaran desa yang dinilai kurang terbuka.
Selama aksi, warga menyampaikan tujuh tuntutan utama: transparansi penuh penggunaan dana desa, penegasan bahwa mereka juga taat membayar pajak, pengawasan ketat terhadap anggaran, penolakan informasi palsu tanpa dasar fakta, perlindungan terhadap suara rakyat yang tidak boleh dibungkam, pemberantasan yang merusak, serta pemanfaatan optimal Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk kemajuan ekonomi lokal.

Koordinator aksi, Dedy, menyampaikan kekhawatiran warga bahwa dana yang seharusnya dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur, bantuan langsung tunai (BLT), dan ketahanan pangan tidak memiliki jejak informasi yang jelas. “Kepala desa seolah-olah menyembunyikan penggunaan anggaran – tidak ada laporan yang dibagikan, padahal dana itu milik seluruh warga,” ungkapnya.
Dedy menambahkan, harapan warga adalah dana desa dapat digunakan sebaik mungkin untuk menciptakan desa yang kuat, mandiri, dan sejahtera. “Kita ingin dana itu bermanfaat untuk mengurangi kemiskinan, memperbaiki infrastruktur, dan mengembangkan ekonomi lokal melalui BUMDes. Semua ini untuk mendukung Indonesia Emas 2045, dengan partisipasi masyarakat dan tata kelola yang baik,” jelasnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan warga berkumpul dengan urutan, menyampaikan tuntutan tanpa mengganggu aktivitas sekitar. Sampai berita ini dibuat, pihak kepala desa belum memberikan tanggapan resmi terkait aksi demo warga. (Ade Nur)





