Indramayu//insanpenarakyat.com – Aliansi Wong Dermayu Bersatu (AWDB), gabungan LSM, ormas, aktivis, dan masyarakat Indramayu, menyatakan akan turun ke jalan pada Senin lusa (19/1/26) menolak pernyataan bernada rasis dari Staf Khusus Bupati Indramayu, Salman. (17/01/26).
Koordinator Umum AWDB, Asmawi Day, menyebut pernyataan Salman sebagai tindakan yang tidak beradab. โDi Indramayu tidak ada tempat untuk perilaku rasis. Kami akan menyuarakan ini di jalan,โ tegasnya, Jumat (16/1/26).
Persiapan aksi telah dilakukan, termasuk rapat teknis di Sport Center yang melibatkan ketua LSM, ormas, aktivis, mahasiswa, serta perwakilan korban PHK tenaga outsourcing Diskominfo. Surat pemberitahuan aksi juga sudah diajukan ke Polres Indramayu.
Koordinator Lapangan AWDB, Tomi Susanto, menambahkan, aksi ini juga menuntut kejelasan prosedur pemutusan hubungan kerja oleh PT BSM (Bintang Service Management). Beberapa pekerja, termasuk Wanginah dan Komar, menilai pemecatan dilakukan secara sepihak dan tidak transparan.
โSaya akan terus menyuarakan hak saya untuk keadilan. Pemecatan yang dilakukan PT BSM penuh kejanggalan dan ada intervensi pihak luar,โ kata Wanginah, salah satu korban PHK.
Kasus ini muncul setelah pertemuan pada 10 Januari 2026 di Pendopo Kabupaten Indramayu antara Salman, asisten pribadi Bupati Mansur, dan dua mantan tenaga outsourcing untuk klarifikasi pemecatan. Pertemuan memanas ketika Salman dilaporkan menyampaikan pernyataan rasis:
“Saya Salman, berdarah Madura, bertulang putih dan bermata putih, tidak akan takut siapapun. Saya hanya patuh kepada Bupati Lucky Hakim.”
Hingga kini, pihak Salman belum memberikan tanggapan atas tudingan tersebut. Upaya konfirmasi melalui WhatsApp pada 15 Januari 2026 juga belum dibalas.
Aksi AWDB yang dijadwalkan Senin lusa diproyeksikan menjadi fokus perhatian publik, sekaligus menuntut keadilan bagi tenaga outsourcing dan menolak diskriminasi berbasis ras di Indramayu. (Ade Nur)





