Indramayu//insanpenarakyat.com – Dengan adanya mosi tidak percaya kepada Ketua Umum Lembaga Penguatan Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat (LP3M), maka beberapa pengurus penting mengundurkan diri dari kepengurusan. Semua ini disebabkan kurangnya keterbukaan kepada semua pengurus dan anggotanya, bertempat di kantor pusat PT.PJBP depan Kapolsek Juntinyuat pada Senen (03/02/2025).
Menjelang berakhirnya pelaksanaan proyek Temporary Facilities EPCC Jetty Maincont PT. Adhi Karya, Owner PT.Polytama Propindo yang saat ini sudah progress konstruksi 80%.
Surat Pencabutan Mandat dan Tugas No.40/Ds. 2012/ll/2025 dari tiga Kepala Desa (Limbangan, Lombang dan Tinumpuk) kepada LP3M.
Atas hal tersebut diatas bahwa kami PT. Prima Jaya Bangun Persada (PJBP) tidak memperpanjang kemitraan dengan LP3M.
Demikian disampaikan,” Nono Wartono., ST., Dipl. Eng., M H, selaku Direktur Utama PT. Prima Jaya Bangun Persada.
Surat Pencabutan Mandat dan Tugas No. 40/Ds. 2012/ll/2025.
Dengan ini mencabut segala, seluruh Mandat dan Tugas yang diberikan kepada LSM Lembaga Penguatan Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat (LPPPM) sebagai Kordinator LSM berdasarkan Surat Pernyataan Bersama Tanggal 11/10/2024:
Mandat dan Tugas tersebut dicabut kepada:
1.Saudara Ghopur., sebagai Ketua Umum LPPPM, 2.Saudara Taufiqurrahman., ST., MT, sebagai Ketua Harian LPPPM
Surat Pencabutan Mandat dan Tugas ini berlaku sejak ditanda tangani di Kabupaten Indramayu tanggal 3/2/2025, dan Surat Pernyataan Bersama Tanggal 11/10/2024 menjadi tidak berlaku lagi dan tidak memenuhi legal hukum mewakili Pemberi Mandat.
Dan kepada yang bersangkutan untuk tidak lagi menggunakan kewenangan dalam bertindak sesuai surat mandat tersebut dengan mengatasnamakan pemberi mandat.
Pemberi Mandat:
1.Rasidi Kuwu Limbangan
2.H. Pandi Kuwu Lombang
3.Eka Munandar Kuwu Tinumpuk
(Dulyaman).