Becak Indramayu Kian Tersisih di Era Modern

Indramayu//insanpenarakyat.com – Terik matahari yang memuncak pada Kamis, 16 April 2026 menghentikan sejenak laju semangat Kosim, seorang pengayuh becak asal Indramayu. Pria berusia 55 tahun ini memilih beristirahat di tepi jalan persimpangan menuju Alun-alun yang menjadi jantung kota.

Sambil menunggu penumpang, warga Kelurahan Paoman ini menceritakan kisahnya yang setia mengayuh becak sejak tahun 2010. Setiap pagi pukul 06.00 WIB, ia mulai mangkal di sekitar Taman Tari, samping Kantor Diskominfo, dan Alun-alun Indramayu.

Pelanggan setianya kebanyakan adalah ibu-ibu yang pergi ke pasar, warga yang hendak berobat, hingga anak sekolah. Selain itu, ia sering mengantar pegawai yang enggan berjalan kaki di bawah sengatan matahari siang hari.

Mang Kosim mengakui banyak perubahan yang terjadi sejak ia memulai profesinya 15 tahun silam. Dahulu ia bisa mendapatkan 15 penumpang dalam sehari, namun kini kondisinya jauh berbeda.

โ€œDari 2010 sampai sekarang banyak yang berubah. Sekarang ada motor, ada ojek online, ya paling 5 sampai 7 orang bahkan tidak ada sama sekali,โ€ kata Mang Kosim.

Meski penghasilannya tak menentu antara Rp30.000 hingga Rp50.000 per hari, ia enggan beralih profesi. Baginya, menarik becak bukan sekadar mencari uang, melainkan sarana menjalin silaturahmi.

โ€œBanyak penumpang yang sudah seperti saudara. Saya senang jadi teman ngobrol mereka saat bercerita soal anak hingga harga beras,โ€ ujarnya sambil tertawa.

Selama belasan tahun, becak milik Mang Kosim telah menjadi saksi bisu perkembangan infrastruktur di Indramayu. Ia melihat jalanan yang dulunya berlubang kini telah berganti menjadi cor dan aspal hotmix yang halus.

Ia juga mengamati perubahan tren transportasi dari angkot yang ramai hingga sepi karena masyarakat memiliki motor sendiri. Namun, di tengah gempuran zaman, ia sempat mendapatkan kejutan manis pada tahun 2025 lalu.

โ€œTahun 2025 ada bantuan dari Presiden Prabowo Subianto yang akhirnya saya mendapatkan becak listrik baru. Rezeki mah ada saja jalannya,โ€ kenang Mang Kosim dengan penuh syukur.

Terkait harapan ke depan, ia meminta Bupati Lucky Hakim tetap memberikan ruang bagi becak untuk beroperasi di pusat kota. Ia tidak menuntut hal yang muluk-muluk selain keberpihakan kebijakan bagi para pengayuh becak.

โ€œKami tidak minta apa-apa. Ya hanya saja berharap bantuan dari pemerintah daerah sih ya pengen,โ€ ucapnya dengan nada penuh harap.

Meski tenaganya tak lagi sekuat dulu, semangat pria paruh baya ini tidak pernah padam. Setiap kali mendengar panggilan “Becak!”, Mang Kosim akan segera mengayuh pedalnya dengan senyuman tulus.

(AH)

  • Related Posts

    Menteri ATR/BPN Pastikan Lahan Industri di Indramayu Tidak Masuk Kawasan Sawah Dilindungi

    Indramayu//insanpenarakyat.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid, meninjau langsung lokasi permohonan penggunaan lahan sawah yang direncanakan untuk kawasan industri di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Peninjauan…

    Koper Calhaj Kloter 1 Kertajati Mulai Dikumpulkan di Indramayu

    Indramayu//insanpenarakyat.com – Sebanyak 445 koper calon jemaah haji kloter 1 Embarkasi Kertajati mulai dikumpulkan di Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Pengumpulan koper haji ini untuk memudahkan…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *