Indramayu//insanpenarakyat.com – mengunjungi Museum Bandar Cimanuk (MBC) di kawasan Jalan Veteran, Indramayu Kota. Museum ini menjadi salah satu ruang edukasi sejarah yang dikelola secara mandiri. pada Selasa (21/04/26).
Di dalam ruangan yang tertata rapi, berbagai barang dan benda kuno memenuhi sudut-sudut ruangan. Suasana tersebut seolah mengajak pengunjung untuk bernostalgia dengan jejak masa lalu.
Tak lama kemudian, awak media bertemu sosok perempuan tangguh, Budiyati Nurahayu, pendiri museum tersebut. Perempuan yang berdomisili di Indramayu ini dikenal sukses membangun museum dengan kemandirian dalam pengelolaannya.
Di sela mendampingi pengunjung, ia bercerita tentang proses merintis museum dari nol sejak 2005. Baginya, mendirikan museum merupakan pilihan hidup yang berangkat dari Yayasan Indramayu Historia Indonesia.
Ia mengaku perjalanan tersebut tidak mudah dan penuh tantangan. โSangat melelahkan prosesnya dari merintis hingga berdirinya museum dengan berbasis kemandirian akhirnya terwujud meski di tingkat sebuah Kabupaten,โ ujar Budiyati Nurahayu yang akrab disapa Mba Budi.
Perempuan kelahiran Jakarta 58 tahun silam itu merupakan lulusan Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI) Bandung yang kini menjadi ISBI. Tanpa disadari, langkahnya mencerminkan proses kreatif yang menunjukkan perempuan memiliki kesempatan besar menentukan dan mengubah arah hidupnya.
Mengutip pemikiran Kartini tentang pentingnya pendidikan bagi perempuan, kesetaraan hak dan emansipasi tetap relevan hingga saat ini. Meski telah banyak kemajuan, perjuangan untuk kesetaraan gender masih terus berlanjut.
Museum Bandar Cimanuk kini banyak dikunjungi berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum dari luar daerah. Kehadiran museum ini mendapat respons positif sebagai ruang belajar sejarah lokal.
Meski aset tanah merupakan milik pemerintah daerah, upaya mendirikan museum representatif tersebut patut diapresiasi. Terlebih, membangun komunikasi dengan pemerintah daerah tidak selalu berjalan mudah.
โAlhamdulilah pihak Pemkab cukup berterima kasih telah berdiri sebuah musium yang di suatu daerah bisa dinikmati berbagai kalangan,โ ujar Budiyati mengakhiri percakapannya.
(AH)




