Indramayu//insanpenarakyat.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) resmi memulai survei awal rencana pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall) di Kabupaten Indramayu.
Peninjauan lapangan ini diawali dari wilayah pesisir Kecamatan Sukra untuk memetakan kondisi teknis sebelum proyek strategis nasional (PSN) ini dieksekusi. Pembangunan giant sea wall di sepanjang pesisir Indramayu diproyeksikan membentang sejauh 105 kilometer.
Megaproyek ini dirancang sebagai solusi jangka panjang pemerintah pusat untuk menanggulangi ancaman abrasi parah, banjir rob, dan gelombang tinggi yang terus mengikis kawasan perairan utara Jawa.
Camat Sukra Sigit Widiyanto menyatakan dukungan penuhnya terhadap langkah cepat pemerintah pusat dalam merespons keluhan warga pesisir.
“Kami menyambut baik survei awal dari Kementerian PU dan JICA ini. Wilayah Sukra menjadi garda terdepan yang berbatasan langsung dengan laut, sehingga perlindungan infrastruktur ini sangat darurat demi keselamatan warga dan keberlanjutan ekonomi nelayan,” ujarnya.
Senada dengan Camat, Kuwu Desa Ujunggebang Sarjani menegaskan pentingnya proyek ini bagi masyarakat bawah. Menurutnya sudah 2,5 kilometer daratan Desa Ujunggebang yang hilang karena abrasi. Ditambah dengan kehadiran Pelabuhan Patimban semakin menggerus pantai Desa Ujunggebang karena terjadi perubahan arus dan gelombang laut.
“Setiap tahun warga kami cemas menghadapi gelombang tinggi dan rob yang merusak pemukiman serta tambak. Kami siap mendukung penuh dan membantu kelancaran tim di lapangan agar proyek giant sea wall ini bisa segera terealisasi,” ungkapnya.
Survei awal oleh tim ahli Kementerian PU dan JICA ini akan berlangsung dalam beberapa fase ke depan. Fokus utama tim saat ini adalah mengumpulkan data oseanografi, topografi, dan tingkat laju abrasi di sepanjang 105 kilometer garis pantai Indramayu sebelum menyusun desain teknis akhir.
(AH)




